A poetry i gave to him,
as always. he did'nt know that my thousand words its always for him.
it always.
now.
I Called it 'Distance'
Akar tempatku tumbuh mulai rapuh,
terasa seperti mengambang
terasa seperti melayang,
ahh,
aku kembali mencari - cari tanah,
tapi, aku tidak dapat menginjaknya.
apalagi memberi jejak diatasnya.
Aku akan menertawakan perasaanku
menertawakan bagaimana terus saja terbang.
sedangkan kamu tidak menungguku turun,
kamu meninggalkan aku di atas sana.
melayang mengambang.
seharusnya kamu gelisah sekarang,
bertanya - tanya,
apa kamu tidak bisa berkata bohong dengan bilang ' aku cemburu'
' aku ingin kamu disini'
kamu tau semua kebohongan itu nikmat seperti sminorf apel yang manis.
aku masih terbang.
kamu masih saja tenang.
memainkan peran sebagai yang tidak terdengar gila jika aku hilang.
sekarang aku mengerti.
kita berjarak diantaranya.
apa kamu tidak takut aku hilang?
jatuh lagi?
terbunuh oleh ganasnya matahari atau apa?
atau rambutku mengembang karna kemarahan yang menumpuk?
aku betul2 akan membunuhmu suatu saat nanti.
saat jarak kita cuma sebatas ibu jari.
saat kamu sedang senang bermain - main dengan waktu.
aku menunggu,
kamu sudah dibatas usiamu kopi pagi.
aku tidak menuntutmu untuk pergi bersama ke depan altar.
tapi,
jika kamu mau. lepaskan aku.
lepaskan aku untuk terakhir.
seperti yang kamu lakukan,
seperti ciuman selamat tinggal di ujung lorong hotel bali berdebu.
aku membenci itu.
sudahlah,
kita berjarak.
aku benci bertengkar saat berjarak,
Done!
as always. he did'nt know that my thousand words its always for him.
it always.
now.
I Called it 'Distance'
Akar tempatku tumbuh mulai rapuh,
terasa seperti mengambang
terasa seperti melayang,
ahh,
aku kembali mencari - cari tanah,
tapi, aku tidak dapat menginjaknya.
apalagi memberi jejak diatasnya.
Aku akan menertawakan perasaanku
menertawakan bagaimana terus saja terbang.
sedangkan kamu tidak menungguku turun,
kamu meninggalkan aku di atas sana.
melayang mengambang.
seharusnya kamu gelisah sekarang,
bertanya - tanya,
apa kamu tidak bisa berkata bohong dengan bilang ' aku cemburu'
' aku ingin kamu disini'
kamu tau semua kebohongan itu nikmat seperti sminorf apel yang manis.
aku masih terbang.
kamu masih saja tenang.
memainkan peran sebagai yang tidak terdengar gila jika aku hilang.
sekarang aku mengerti.
kita berjarak diantaranya.
apa kamu tidak takut aku hilang?
jatuh lagi?
terbunuh oleh ganasnya matahari atau apa?
atau rambutku mengembang karna kemarahan yang menumpuk?
aku betul2 akan membunuhmu suatu saat nanti.
saat jarak kita cuma sebatas ibu jari.
saat kamu sedang senang bermain - main dengan waktu.
aku menunggu,
kamu sudah dibatas usiamu kopi pagi.
aku tidak menuntutmu untuk pergi bersama ke depan altar.
tapi,
jika kamu mau. lepaskan aku.
lepaskan aku untuk terakhir.
seperti yang kamu lakukan,
seperti ciuman selamat tinggal di ujung lorong hotel bali berdebu.
aku membenci itu.
sudahlah,
kita berjarak.
aku benci bertengkar saat berjarak,
Done!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar