Mama.
mungkin dalam 6 Cerita kemarin.
Mama adalah sosok yang begitu pemarah. begitu kasar dan kejam.
tapi Orang Timur. Mama tau kalau saya tidak diajarkan sekeras itu saya bukan saya.
saya bukan orang yang mandiri seperti sekarang.
saya pasti adalah cewek muda gahol alay yang manja dan sok serta idiot.
tapi karena kekerasan Mama dalam mengajarkan saya.
saya jadi beda. lebih berani. dan ngga suka marah. ngga suka juga mukul -mukul.
padahal banyak orang bilang Mama itu mirip sama saya 99 % kecuali suara Mama saya.
asyem!
Mama adalah orang yang panikan. Bapa juga.
hanya kalau Mama lebih kearah yang emang harusnya dipanikin. kalau Bapa.
apa -apa Panik. jadinya mereka itu adalah pasangan yang saling melengkapi. Ciyeee.. suit suit!
:)
Mama pernah mengkhawatirkan bukan hanya saya.
yah jelas. anak Mama itu ada 6. dan semuanya itu enerjik dan alay. *piss
salah satu yang saya takutkan dari cerita ini adalah saya menangis.
kebodohan ini bukan punya saya lebih tepatnya. punya kakak saya Rhein. waktu saya kelas 6 SD.
Sore hari itu semuanya berjalan lancar. seperti biasa.
Bapa dan Saya menikmati musik Jaman Doloe dari Chrisye atau The Beatles.
disitu ada Mama dan saudara saya yang masih kecil. Ka Angel juga ada. kami duduk dan bercanda.
di rumah kami yang kecil, kami punya teras belakang yang sering dijadikan tempat nongkrong kami sekeluarga. hari itu Ka Rhein sendirian di belakang. seingat saya,
Ka Rhein mengecek gitarnya. maklum anak band.
tiba - tiba saja, ketika sedang ngobrol sama Orang Tua ka Rhein datang dengan gitarnya.
berkata penuh marah -marah sama Bapa kenapa suara gitarnya sepertinya tidak sebagus ketika ia pegang terakhir.
Bapa memberi alasan, memang Bapa yang sering memainkan gitar itu. tapi kayakya
sebelum Rhein pegang itu gitar. seseorang meminjam gitarnya. Bapa tidak tau siapa. tapi tetap saja Ka Rhein tidak mau terima.
masalahnya bukan soal suaranya yang sudah tidak bagus,
tapi Gitar itu dibeli sendiri dengan usaha ngojek ka Rhein. jadi rasa kehilangannya begitu besar. dan kata Ka Rhein gitar itu sudah bolong dibagian ujungnya.
Ahay!!
Orang yang minjam terakhir itu tidak tahu diri.
Sangat tidak tahu diri. Minjam dan ngerusak.
dan tiba -tiba ka Rhein datang ke ruang tengah rumah kami. seperti orang kesetanan ka Rhein membanting
gitarnya hingga berkeping.
semua orang di rumah menggila.
Bapa yang dari tadi sabar menahan amarah tidak bisa diam sekali lagi.
Dengan sangat bodoh Rhein tetap ada disana. berlari menghindari Bapa yang hendak memukulnya.
dan tau sendiri apa yang terjadi. pukulan keras bapa dengan semacam kau membuat kepala Ka Rhein bocor.
Iya. Bocor.
darah mengalir deras dari dari Ka Rhein. semua orang memarahi Bapa. termasuk Mama.
dengan gesit Mama membuka Baju yang sedang dipakai mama dan menempelkannya ke kepala ka Rhein,
beberapa orang datang dan melihat kejadian apa yang terjadi.
dan sayang. Orang Indonesia. beraninya cuma ngeliat doang dan ngga mau ngelerai.
tapi karna Bapa sudah sadar.
akhirnya Bapa, ka Rhein dan Mama pergi ke atas rumah sakit. ka Rhein di sana dijahit kepalanya dan disarankan untuk tidak sekolah selama beberapa hari agar perasaannya lebih baik.
setelah itu,
Bapa sendiri menyesal dan sampai sekarang jarang dan tidak mau lagi main tangan.
kalau saya sih mending Mama yang mengajarkan bagaimana. daripada Bapa.
tapi kalau dilihat - lihat itu salah Ka Rhein sendiri. kenapa mancing emosi Bapa.
Oh ya ini foto Bapa dan Mama.
jadi perhatikan baik -baik kalau mereka berdua ini jangan sekali - kali dipancing emosinya.
tapi,
untung demi Tuhan sampai sekarang,
kalau saya nakal. Mama tidak semarah dulu.
mungkin karna saya sekarang sudah besar. jadinya bgitulah. :)
tidak pernah ada kecelakaan lagi. :)
Dan faktanya
Ngga saya, Ngga keluarga saya. semuanya ajaib.
dan ini adalah foto dari Gitar ka Rhein. jangan percaya saya bisa main.
ngga ada alat musik yang bisa saya mainkan. kecuali mukul - mukul panci dan gelas.
haha. :)
#Day7
#30HariCeritaKebodohanMasaKecil
#KeluargaAjaib
#SalamAnakKetiga :)
Caramel.
mungkin dalam 6 Cerita kemarin.
Mama adalah sosok yang begitu pemarah. begitu kasar dan kejam.
tapi Orang Timur. Mama tau kalau saya tidak diajarkan sekeras itu saya bukan saya.
saya bukan orang yang mandiri seperti sekarang.
saya pasti adalah cewek muda gahol alay yang manja dan sok serta idiot.
tapi karena kekerasan Mama dalam mengajarkan saya.
saya jadi beda. lebih berani. dan ngga suka marah. ngga suka juga mukul -mukul.
padahal banyak orang bilang Mama itu mirip sama saya 99 % kecuali suara Mama saya.
asyem!
Mama adalah orang yang panikan. Bapa juga.
hanya kalau Mama lebih kearah yang emang harusnya dipanikin. kalau Bapa.
apa -apa Panik. jadinya mereka itu adalah pasangan yang saling melengkapi. Ciyeee.. suit suit!
:)
Mama pernah mengkhawatirkan bukan hanya saya.
yah jelas. anak Mama itu ada 6. dan semuanya itu enerjik dan alay. *piss
salah satu yang saya takutkan dari cerita ini adalah saya menangis.
kebodohan ini bukan punya saya lebih tepatnya. punya kakak saya Rhein. waktu saya kelas 6 SD.
Sore hari itu semuanya berjalan lancar. seperti biasa.
Bapa dan Saya menikmati musik Jaman Doloe dari Chrisye atau The Beatles.
disitu ada Mama dan saudara saya yang masih kecil. Ka Angel juga ada. kami duduk dan bercanda.
di rumah kami yang kecil, kami punya teras belakang yang sering dijadikan tempat nongkrong kami sekeluarga. hari itu Ka Rhein sendirian di belakang. seingat saya,
Ka Rhein mengecek gitarnya. maklum anak band.
tiba - tiba saja, ketika sedang ngobrol sama Orang Tua ka Rhein datang dengan gitarnya.
berkata penuh marah -marah sama Bapa kenapa suara gitarnya sepertinya tidak sebagus ketika ia pegang terakhir.
Bapa memberi alasan, memang Bapa yang sering memainkan gitar itu. tapi kayakya
sebelum Rhein pegang itu gitar. seseorang meminjam gitarnya. Bapa tidak tau siapa. tapi tetap saja Ka Rhein tidak mau terima.
masalahnya bukan soal suaranya yang sudah tidak bagus,
tapi Gitar itu dibeli sendiri dengan usaha ngojek ka Rhein. jadi rasa kehilangannya begitu besar. dan kata Ka Rhein gitar itu sudah bolong dibagian ujungnya.
Ahay!!
Orang yang minjam terakhir itu tidak tahu diri.
Sangat tidak tahu diri. Minjam dan ngerusak.
dan tiba -tiba ka Rhein datang ke ruang tengah rumah kami. seperti orang kesetanan ka Rhein membanting
gitarnya hingga berkeping.
semua orang di rumah menggila.
Bapa yang dari tadi sabar menahan amarah tidak bisa diam sekali lagi.
Dengan sangat bodoh Rhein tetap ada disana. berlari menghindari Bapa yang hendak memukulnya.
dan tau sendiri apa yang terjadi. pukulan keras bapa dengan semacam kau membuat kepala Ka Rhein bocor.
Iya. Bocor.
darah mengalir deras dari dari Ka Rhein. semua orang memarahi Bapa. termasuk Mama.
dengan gesit Mama membuka Baju yang sedang dipakai mama dan menempelkannya ke kepala ka Rhein,
beberapa orang datang dan melihat kejadian apa yang terjadi.
dan sayang. Orang Indonesia. beraninya cuma ngeliat doang dan ngga mau ngelerai.
tapi karna Bapa sudah sadar.
akhirnya Bapa, ka Rhein dan Mama pergi ke atas rumah sakit. ka Rhein di sana dijahit kepalanya dan disarankan untuk tidak sekolah selama beberapa hari agar perasaannya lebih baik.
setelah itu,
Bapa sendiri menyesal dan sampai sekarang jarang dan tidak mau lagi main tangan.
kalau saya sih mending Mama yang mengajarkan bagaimana. daripada Bapa.
tapi kalau dilihat - lihat itu salah Ka Rhein sendiri. kenapa mancing emosi Bapa.
Oh ya ini foto Bapa dan Mama.
jadi perhatikan baik -baik kalau mereka berdua ini jangan sekali - kali dipancing emosinya.
tapi,
untung demi Tuhan sampai sekarang,
kalau saya nakal. Mama tidak semarah dulu.
mungkin karna saya sekarang sudah besar. jadinya bgitulah. :)
tidak pernah ada kecelakaan lagi. :)
Dan faktanya
Ngga saya, Ngga keluarga saya. semuanya ajaib.
dan ini adalah foto dari Gitar ka Rhein. jangan percaya saya bisa main.
ngga ada alat musik yang bisa saya mainkan. kecuali mukul - mukul panci dan gelas.
haha. :)
#Day7
#30HariCeritaKebodohanMasaKecil
#KeluargaAjaib
#SalamAnakKetiga :)
Caramel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar