#1MugBeras

Peduli Rokatenda

Senin, 06 Januari 2014

Saya dan Bintang

Haloo..
saya disini bercerita lagi. haha
bercerita tentang Bintang. Haha, pasti dalam pikiran kalian semua. Bintang adalah yang diatas sana.
yang berkelap kelip sepertinya menarik. kecil dan bersembunyi dibalik senyumannya bulan. *ahay*

Bintang yang saya ceritakan kali ini adalah minuman.
tauk kan Minuman BIR Bintang? Ahay! kalau ngga tau saya marah.
minuman itu kereen banget looh, rasanya kayak bir. beneran kayak bir. lah emang bir kan?

Saya sebenarnya tidak terlalu menyukai Bir Bintang.
tapi lewat si pemilik botol hijau cantik ini saya punya beberapa cerita yang amat sangat bodoh. :)

yang pertama ini waktu kecil. iya deh waktu saya kelas 2 SD gitu.
saya mengingat cerita ini ketika beberapa hari lalu ada keluarga yang datang dan berkunjung di Kost dan bawa Bintang untuk diminum bareng bersama kacang kembar. *taukan?

nah,
dikesempatan tadi mereka lupa membuka dengan alat pembuka penutup botol bir.
dengan gesit saya mencoba membukanya menggunakan gigi saya.
bayangkan deh gimana nyilunya. tapi rasanya saya langsung mengingat salah satu kebodohan saya masa kecil.

waktu itu,
dirumah keluarga besar yang ada di Misi. di kaki Gunung Meja kami berkumpul sekeluarga.
datang dan makan -makan. saya waktu itu tidak terlalu akrab dengan saudara sepupu saya selain Dessy dan Marni.
dan Viola. kami tidak melakukan apa -apa waktu ada acara kumpul -kumpul tersebut.
kami bertiga hanya memperhatikan bagaimana Orang Tua kami entah perempuan atau laki-laki, muda atau tua menyedar gelas kecil berisi Moke dan Bir Bintang.
kami bertiga sesekali merengek untuk meminum sedikit dari minuman yang diteguk bersama oleh Orang Tua.
salah satu dari Om saya yang saya panggil Ka Rio melakukan hal spektakuler.
dia membuka tutup botol Bir Bintang dengan giginya pemirsah.
what? apa?

Dessy, Marni dan Saya hanya bisa cengo,
kamipun penasaran bagaimana bisa Ka Rio melakukan hal semacam itu. itu debus?
haha. pokoknya seperti melihat magic.
dan setelah itu karena penasaran saya mencoba untuk membuka Tutup Botol dengan gigi saya.
dan percayalah saya berhasil. haha. sejak saat itu setiap kali ada tutupan botol yang perlu dan bisa saya buka dengan gigi. saya buka. :)

pokoknya itu contoh sukses bahwa rajin menyikat gigi adalah jalan utama berhemat,
dan sampai sekarangpun gigi saya tidak pernah nyilu atau cenat cenut tiap kali saya membuka tutup botol.

dan,
itu cerita pertama.
jangan kaget dengan cerita kedua saya bersama Botol Bir Bintang (BBB)

Cerita ini ketika saya kelas 6.
saya dalam masa untuk persiapan menjelang Ujian Nasional.
Setiap sore tentu ada tambahan les dan pelajaran untuk membantu kami kelas 6 dalam mengikuti UN.
sore itu di rumah keluarga kami ada acara. kalau tidak salah ada Masuk Minta.
seperti acara lamaran gitu ala Flores. dan Mama menjadi salah satu Ibu -Ibu yang membantu untuk masak.
saya dari rumah sudah cantik dengan jeans dan kaos. tas ransel sudah rapi di pundak. saya dari rumah berniat untuk datang ke Mama dan meminta uang untuk jajan dan membeli LKS yang sudah lama saya tunggak. karena kata guru LKS itu akan membantu kami untuk belajar dirumah dengan kumpulan soalnya.

sampai di Tempat Pesta.
saya mendatangi mama dan mengatakan saya butuh uang.
beginilah garis besar ceritanya,.

Cici : Ma. Ci minta uang ee, ci ada butuh untuk bayar LKS ni Ma.
         Malu e Ci belum ada uang untuk bayar. bagaimana Ci mau belajar?

Mama : *ngeliriktajam* Apalagi kau ni? minta doi teroo..
Cici :  Ini penting Mama. uang LKS.
Mama : *kasih keluar uang 8000* nah, su cukup to? nah pi sanah! orang ada sibuk.
Cici: Haiii, Mama ini kurang.
Mama : *mukasumulaiEmosi* Pi sudah, Mama cuma punya uang sedikit sa, kalau kau mau bilang di kau pu                  guru kalau besok pagi nanti Mama bayar.
Cici: Haii Malas ee..
Mama : *Melakukan Refleks dengan memukul kepala saya dengan BBB*

Sumpah yah,
saya sempat melongo gitu, terus ketawa. Botolnya padahal pecah loh di kepala saya.
pecah gitu. cuma ada gagangnya saja yang ada di tangan Mama.
seluruh Ibu- Ibu yang ada disitu cuma bisa diam dan ada beberapa yang berteriak dan memarahi Mama karena bisa begitu refleksnya memukulkan BBB ke kepala saya.. tidak berdarah di kepala. tapi ada malu besar di memori saya tentang hal itu,
saya tidak berkata banyak. saya meninggalkan uang 8000 yang tadi mama kasih di tangan mama dan pergi sekolah.
sampai disekolah saya cuma diam dan tidak banyak bicara.
ketika ditanya guru kapan bayar LKS saya cuma bilang besok pagi pasti dibayar dan saya akan mendapatkan uang sesuai jumlah yang diminta.Les sore hari itu berjalan lancar tanpa saya meneteskan air mata sedikitpun.

pulang dari Les.
saya tidak langsung ke rumah.
jalan - jalan keliling dulu di area pertokoan dan melihat Martabak,.
ngiler sih, tapi mau buat apa ceritanya saya ngga punya uang sedikitpun di tangan.

sampai di Rumah,
langsung saya tidur. tidak mau memikirkan tentang bagaimana besok dan bagaimana Mama memarahi saya setelah kejadian tadi.
dan ketika Bapa pulang dari Acara itu. entah siapa yang menceritakan cerita memalukan itu kepada Bapa. Bapa pulang dengan Martabak sebagai pencair suasana.
saya dalam kamar memakan nikmat Martabak sambil membaca Komik.
SEBODOH AMAT!
Kepala saya udah disalamin sama Botol Bir Bintang. saya ngga suka.
saya ngga suka banget,.


#Day6
#30HariCeritaKebodohanMasaKecil


#SalamBKB
#BUKANKEPALABIASA


Caramel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar