Hallow,
saya Christina Mawar. Nama yang bagus kan? Niat dari Mama saya menamai saya dengan nama ini adalah sebagai cerminan Cewek yang Pintar dan Baik, yah memang saya sekarang sudah seperti yang orang tua saya impikan. tapi ada ektra elemen kejutan ketika saya mulai besar. :)
Orang Tua saya kadang bangga akan hal itu, tapi (lagi) kadang mungkin mereka malu.
tapi jika saya melihat ekspressi Mama saya kemarin ketika melihat saya juara di sekolah kayaknya semua itu berbanding terbalik. Mama saya bangga. tentu saja, :)
Judul diatas adalah ' Saya Yang Berani '
Saya adalah orang yang sangat amat sangat berani, mulai dari saya kecil hingga sebesar ini.
tidak tau kenapa, kata Mama. itu turunan dari dia, karna kalau lihat sifat Bapak saya kayaknya tidak. Bapa lebih suka jadi orang di belakang layar dibandingkan jadi orang yang nampak di depannya.
waktu itu saya umur 4Tahun,
Pada tanggal 17 Agustus di kompleks saya sering mengadakan Lomba Agustusan untuk memperingati Kemerdekaan Indonesia. :)
Saya ada di belakang stand Mama saya memakai baju Princess- princessan berwarna Merah Maroon dengan rambut keriting yang mengembang. ciri khas anak kecil dari Timur :)
Saya menikmati Gula -Gula yang bentuknya seperti batang kayu, mengigitnya dan membuat seluruh bibir saya penuh dengan gula -gula. sedang asyiknya saya memakan gula -gula datang MC acara 17'an itu dan berbisik pelan di telinga mama saya. barangkali MC'nya ingin membeli Rumpu Rampe atau Daging Anjing masakan mama. pikir saya sebegitu positifnya.
setelah MC itu pergi, Mama saya mengatakan sesuatu kepada saya.
" Ci, You want to go up there?" Mama saya memang menggunakan bahasa inggris kepada saya sejak kecil. dan oleh karena itu saya sedikit mengerti Bahasa Inggris lebih daripada teman-teman seumuran saya di Kompleks *eaaa*
" Where Mom?" Saya masih menjilati gula - gula dengan rakusnya.
" There, in the Spot light! " Mama ngomongnya waktu itu sumpah alay banget. tangannya dibuat kayak Spongebob menjelaskan pada Squidward tentang Imajinasii.. *haha
Tentu saja dengan penjelasan sekeren itu saya mengangguk cepat. Lampu disko dan terangnya Panggung 17'an itu sangat menyenangkan di mata kecil saya. Mama mengambil tisu yang dibasahkan dengan Air Aqua gelas dan membersihkan sisa gula-gula di mulut saya.
saya senang tentu saja. saya akan naik disana, di panggung yang bercahaya, seperti memanggil -manggil saya untuk menampilkan sesuatu yang enerjik Haha, saya membayangkannya sambil tertawa.
setelah menunggu sekian lama, sekitar sepuluh menit karna dipanggung tersebut ada beberapa anak kecil juga yang bernyanyi ' Balonku ada Lima' atau sekedar diam, dan yang lebih tragis lagi mereka menangis di Panggung. sampai sekarang saya sangat membenci orang-orang yang mengotori Panggung dengan air mata. menurut saya itu bukan sesuatu yang menghibur. di kepala saya sudah banyak sekali lagu -lagu yang akan saya nyanyikan. The Rolling Stones, Michael Jackson, atau playlist mama yang penuh dengan lagu Chrisye.
sumpah memalukan memang, anak kecil lagunya malah yang aneh dan sok tua begitu kan tidak banget! haha.
tiba waktunya MC itu memanggil nama saya.
tentu saya tidak mau semuanya terlihat biasa-biasa saja.
saya berjalan dari stand jualan punya mama dengan lengak lengok bak Model.
haha, dari situ saya tau kalau semua orang sekarang matanya memandang ke arah saya.
sampai di Panggung, MC'nya memeluk saya dan menciumi pipi saya. entah siapa MC'nya saya lupa.
dia bertanya beberapa pertanyaan umum yang saya selalu dengar di acara Arena 123 !
MC : Ade nama sapa?
Saya : My name is Cici. Cici Paramida Rosady Bunga Mawar Berduri Tajam :) *bangga*
MC : *Spechless*
(smpah yang saya ingat MC'nya cuma diam karna saya memperkenalkan diri menggunakan Bahasa Inggris dan itu sangat lucu)
MC : Mau nyanyi lagu apa?
Saya : I Want to sing ' Pepito Mi Corazon'
*MCnya tertawa.entah karena apa tapi setelah sya besar saya menyadari itu adalah hal gila,
MC : Jadi adek mo nyanyi lagu Pepito Mi Xorason?
Saya : Salah kaka, itu Pepito Mi Corazon.
MC : Oke. kaka salah, na ade nyanyi su lagunya ...
MC mundur dan membiarkan saya bernyanyi, dalam hati saya begitu pede. Lagu Pepito sendiri itu saya dengar tiap hari dinyanyikan oleh Mama dan CD yang berdendang dengan ada lirik di bawahnya.
saya tau cengkok dan nada tingginya kenapa saya harus malu? biarkan saja orang mau bilang apa. Nyanyi terus Cici Mawaaaaaaaaaaaaaaar.. :)
Lirik demi lirik saya nyanyikan dengan baik *menurutsaya
MC mendatangi saya dan memeluk saya serta melemparkan beberapa pertanyaan lagi.
MC : Ade Cici Mawar belajar dari sapa?
Saya : Mama. *lirik Mama di Stand Jualan yang senyum bangga (baca : dipaksain bangga)
MC : Itu lagu bahasa apa e sebenarnya?
Saya : Brazil !!! * saya sungguh pede menyebutkan namanya padahal sampai sekarang saya tidak tau lagu itu asalnya darimana.
MC : oh BRAZIL... * percaya pada saya MC itu seperti menahan tawa
Saya : Kaka ti tau Brazil ? itu dekat Peru. kata Mama, perempuan disana cantik- cantik, nanti saya kalau saya besar. kaka mo ikut?
itu kaka MC tidak tahan lagi ketawa, dia pergi ke ujung Panggung dan ketawa terus seka air mata. saya yang tidak tau apa2 sejak itu sering dipanggil dan saya jadi terkenal dan sering diminta nyanyikan lagu Pepito Mi Corazon sampai saya kelas 3 SD. kalau tidak salah.
gara -gara Hal Besar itu, saya mendapat masalah besar sampai sekarang.
tidak punya pacar yang bisa dipamerin ke orang- orang karna pacarnya pasti dibilang pacaran sama orang Brazil.
kasian si Rifon. :'(
Dan saya dapat link videonya di youtube. lucu banget kalau diingat -ingat lagi.
ini videonya kalau dari kecil.
Pepito Mi Corazon
cerita ini saya bagikan untuk
#30HariCeritaKebodohanMasaKecil
#SalamPenuhKebodohan
Caramel
saya Christina Mawar. Nama yang bagus kan? Niat dari Mama saya menamai saya dengan nama ini adalah sebagai cerminan Cewek yang Pintar dan Baik, yah memang saya sekarang sudah seperti yang orang tua saya impikan. tapi ada ektra elemen kejutan ketika saya mulai besar. :)
Orang Tua saya kadang bangga akan hal itu, tapi (lagi) kadang mungkin mereka malu.
tapi jika saya melihat ekspressi Mama saya kemarin ketika melihat saya juara di sekolah kayaknya semua itu berbanding terbalik. Mama saya bangga. tentu saja, :)
Judul diatas adalah ' Saya Yang Berani '
Saya adalah orang yang sangat amat sangat berani, mulai dari saya kecil hingga sebesar ini.
tidak tau kenapa, kata Mama. itu turunan dari dia, karna kalau lihat sifat Bapak saya kayaknya tidak. Bapa lebih suka jadi orang di belakang layar dibandingkan jadi orang yang nampak di depannya.
waktu itu saya umur 4Tahun,
Pada tanggal 17 Agustus di kompleks saya sering mengadakan Lomba Agustusan untuk memperingati Kemerdekaan Indonesia. :)
Saya ada di belakang stand Mama saya memakai baju Princess- princessan berwarna Merah Maroon dengan rambut keriting yang mengembang. ciri khas anak kecil dari Timur :)
Saya menikmati Gula -Gula yang bentuknya seperti batang kayu, mengigitnya dan membuat seluruh bibir saya penuh dengan gula -gula. sedang asyiknya saya memakan gula -gula datang MC acara 17'an itu dan berbisik pelan di telinga mama saya. barangkali MC'nya ingin membeli Rumpu Rampe atau Daging Anjing masakan mama. pikir saya sebegitu positifnya.
setelah MC itu pergi, Mama saya mengatakan sesuatu kepada saya.
" Ci, You want to go up there?" Mama saya memang menggunakan bahasa inggris kepada saya sejak kecil. dan oleh karena itu saya sedikit mengerti Bahasa Inggris lebih daripada teman-teman seumuran saya di Kompleks *eaaa*
" Where Mom?" Saya masih menjilati gula - gula dengan rakusnya.
" There, in the Spot light! " Mama ngomongnya waktu itu sumpah alay banget. tangannya dibuat kayak Spongebob menjelaskan pada Squidward tentang Imajinasii.. *haha
Tentu saja dengan penjelasan sekeren itu saya mengangguk cepat. Lampu disko dan terangnya Panggung 17'an itu sangat menyenangkan di mata kecil saya. Mama mengambil tisu yang dibasahkan dengan Air Aqua gelas dan membersihkan sisa gula-gula di mulut saya.
saya senang tentu saja. saya akan naik disana, di panggung yang bercahaya, seperti memanggil -manggil saya untuk menampilkan sesuatu yang enerjik Haha, saya membayangkannya sambil tertawa.
setelah menunggu sekian lama, sekitar sepuluh menit karna dipanggung tersebut ada beberapa anak kecil juga yang bernyanyi ' Balonku ada Lima' atau sekedar diam, dan yang lebih tragis lagi mereka menangis di Panggung. sampai sekarang saya sangat membenci orang-orang yang mengotori Panggung dengan air mata. menurut saya itu bukan sesuatu yang menghibur. di kepala saya sudah banyak sekali lagu -lagu yang akan saya nyanyikan. The Rolling Stones, Michael Jackson, atau playlist mama yang penuh dengan lagu Chrisye.
sumpah memalukan memang, anak kecil lagunya malah yang aneh dan sok tua begitu kan tidak banget! haha.
tiba waktunya MC itu memanggil nama saya.
tentu saya tidak mau semuanya terlihat biasa-biasa saja.
saya berjalan dari stand jualan punya mama dengan lengak lengok bak Model.
haha, dari situ saya tau kalau semua orang sekarang matanya memandang ke arah saya.
sampai di Panggung, MC'nya memeluk saya dan menciumi pipi saya. entah siapa MC'nya saya lupa.
dia bertanya beberapa pertanyaan umum yang saya selalu dengar di acara Arena 123 !
MC : Ade nama sapa?
Saya : My name is Cici. Cici Paramida Rosady Bunga Mawar Berduri Tajam :) *bangga*
MC : *Spechless*
(smpah yang saya ingat MC'nya cuma diam karna saya memperkenalkan diri menggunakan Bahasa Inggris dan itu sangat lucu)
MC : Mau nyanyi lagu apa?
Saya : I Want to sing ' Pepito Mi Corazon'
*MCnya tertawa.entah karena apa tapi setelah sya besar saya menyadari itu adalah hal gila,
MC : Jadi adek mo nyanyi lagu Pepito Mi Xorason?
Saya : Salah kaka, itu Pepito Mi Corazon.
MC : Oke. kaka salah, na ade nyanyi su lagunya ...
MC mundur dan membiarkan saya bernyanyi, dalam hati saya begitu pede. Lagu Pepito sendiri itu saya dengar tiap hari dinyanyikan oleh Mama dan CD yang berdendang dengan ada lirik di bawahnya.
saya tau cengkok dan nada tingginya kenapa saya harus malu? biarkan saja orang mau bilang apa. Nyanyi terus Cici Mawaaaaaaaaaaaaaaar.. :)
Lirik demi lirik saya nyanyikan dengan baik *menurutsaya
MC mendatangi saya dan memeluk saya serta melemparkan beberapa pertanyaan lagi.
MC : Ade Cici Mawar belajar dari sapa?
Saya : Mama. *lirik Mama di Stand Jualan yang senyum bangga (baca : dipaksain bangga)
MC : Itu lagu bahasa apa e sebenarnya?
Saya : Brazil !!! * saya sungguh pede menyebutkan namanya padahal sampai sekarang saya tidak tau lagu itu asalnya darimana.
MC : oh BRAZIL... * percaya pada saya MC itu seperti menahan tawa
Saya : Kaka ti tau Brazil ? itu dekat Peru. kata Mama, perempuan disana cantik- cantik, nanti saya kalau saya besar. kaka mo ikut?
itu kaka MC tidak tahan lagi ketawa, dia pergi ke ujung Panggung dan ketawa terus seka air mata. saya yang tidak tau apa2 sejak itu sering dipanggil dan saya jadi terkenal dan sering diminta nyanyikan lagu Pepito Mi Corazon sampai saya kelas 3 SD. kalau tidak salah.
gara -gara Hal Besar itu, saya mendapat masalah besar sampai sekarang.
tidak punya pacar yang bisa dipamerin ke orang- orang karna pacarnya pasti dibilang pacaran sama orang Brazil.
kasian si Rifon. :'(
Dan saya dapat link videonya di youtube. lucu banget kalau diingat -ingat lagi.
ini videonya kalau dari kecil.
Pepito Mi Corazon
cerita ini saya bagikan untuk
#30HariCeritaKebodohanMasaKecil
#SalamPenuhKebodohan
Caramel
Eh masa sik sampe bermasalah gak dapet pacar? Ciyan....
BalasHapusiya. saya sampe bermasalah dapat pacar.
BalasHapuskatanya sih kamu mau pacaran sama orang gila?
tapi sungguh, yang namanya Rifon itu sudah paten jadi cowok kece yang akhirnya pacaran 3 tahun sama saya. :')