Hai,
saya lagi :)
Christina Mawar yang bisa kamu panggil Cici Mawar. :)
Kemarin saya bercerita tentang Saya yang berani, dan sekarang saya akan bercerita tentang 'Permainan Kepala' dari keluarga Mawar.
Keluarga saya terdiri dari Sepasang Suami- Istri yang penuh syukur pada Tuhan, jarang sekali terlibat pertengkaran besar yang umumnya terjadi pada keluarga di Daerah Timur dengan berbagai Alasan.
Antonius Gergious Mawar dan Maria Paulina Prada Benga Ina Puhugelong adalah orang tua saya. :)
mereka berdua sampai pada tahun 2002 hanya mempunyai 4 Orang anak yaitu.
Kakak laki-laki saya yang tertua 'Rhein Mawar'
Kakak Perempuan saya yang terlihat seperti Bule Portugis ' Angel Mawar'
Saya ' Christina Mawar'
dan adik laki -laki saya ' Wilhemus Mawar'
Karna keluarga yang tidak terlalu begitu sering punya argumen yang perlu diperdebatkan terlalu selain Channel TV apa yang ingin kami tonton. Suatu malam Bapa pulang dari Rapat Anggota DPR dengan membawa sebungkus kotak kue yang sudah jelas itu diperuntukan untuk siapa. yah Saya. karna adik saya Bill jarang tinggal di rumah kami, karna lebih menyukai datang ke rumah Oma di dekat Gereja di Ende.
jadi, bungkusan kue itu menarik sekali untuk dipamerkan kepada kedua kaka saya yang memohon sepotong Kue Tart atau setidaknya kue Lemper yang ada didalam kotak kue yang dibawakan Bapa. Tapi, dasar anak kecil. ketika Bapa mengeluarkan Plastik Kresek berwarna kuning saya langsung lari ke arah Bapa dan meletakan Kotak Kue yang tadi begitu saya banggakan. didalam Kresek kuning itu adalah biji-bijian yang bernama 'Mbokotere'. Yeay!!
Mbokotere itu seperti biji-bijian, bisa juga disebut kacang.
isinya lezat tapi membuka kulitnya cukup susah. dan dari itulah tercipta permainan kepala.:)
Percayalah anda tidak akan percaya dengan apa yang terjadi dengan tulisan ini beberapa menit kedepan.
Kedua kaka saya juga senang melihat kresek kuning tersebut dan kami langsung lesehan di lantai.
kertas kresek itu diletakan di tengah - tengah. kami semua bersedia untuk membuat hal bodoh itu menjadi nyata.
Oke, Beginilah ceritanya.
Permainan itu dilakukan dengan cara membenturkan kepala di lantai yang ada Mbokotere'nya.
Permainan ini sesuai giliran, jadi dimulai dari kaka yang paling Tua. Kaka Rhein lanjut kepada Ka Angel baru kepada saya :)
Kaka Rhein mengambil 2 biji Mbokotere dari dalam kresek dan mengelus2 keningnya.
dan 'Duk' , kulit Mbokotere itu terkelupas, dengan cara yang sangat amat tidak enak yaitu membenturkan kepalanya di Lantai yang notabene itu semen yang sangat keras. Adoow!! itu semua dilakukan hanya untuk membuat kulit dari Mbokotere terkelupas sempurna.
Kaka Saya si Angel tidak mau kalah, dia mengambil lebih banyak daripada Ka Rhein dan membenturkan kepalanya ke Lantai.Dan sama seperti Ka Rhein, bunyi benturan itu dahsyat sekali hingga beberapa kulit Mbokotere terbuka dengan sempurna. Eureka. waktunya saya.
Saya sangat suka membenturkan kepala waktu kecil tidak tau kenapa, pokoknya itu seperti sesuatu yang sangat menyenangkan. padahal waktu kecil saya tidak galau. karna sampai sekarang kalau saya galau saya sering membenturkan kepala saya di tembok atau tiang listrik. #ehh
Saya mengambil 3 atau 4 Mbokotere dan meletakannya di lantai,
Ka Rhein dan Ka Angel sedang memakan Mbokotere hasil dentuman kepalannya.
Haha.
Saya pun membenturkan kepala saya di Lantai. 'DUK!' bunyinya lebih besar daripada punya Ka Rhein.
yang saya tahu Mbokotere itu mengelinding di antara kursi dan meja.
Ya Tuhan.
Saya membenturkan Kepala saya di Lantai. Saya membenturkan KEPALA saya di Lantai??
Oh My God Jesus Christ !!
SAYA MEMBENTURKAN KEPALA SAYA DI LANTAI pemirsaaahhh *uhukk
Dan anda tahu apa ekspresi saya? saya tidak menangis. saya tidak meraung- raung ke Bapa dengan Mama untuk pukul itu Lantai seperti umumnya Orangtua kalau anaknya jatuh atau kepentok di lantai.
saya hanya bilang aduh dan ketawa.
seperti ini Reka adegannya.
C : Oke, cici punya giliran toh sekarang?
R : Hooh, kau pu giliran. jangan lama -lama ee
C : *ambil mbokotere dan taroh di lantai*
A : Jang banyak -banyak ee kalo ambel Mbokotere tuh ee..
C : *tidak peduli dan langsung membenturkan kepala di Lantai* DUKK !!
R dan A : Awii... *teruakkaget*
C : *tertawa* Aduuuhh .. *tertawa lagi*
Dan Angel langsung memeluk saya dan menanyakan apa ada yang sakit, dan saya bilang itu tidak apa.
its really fine acctually. yang saya ingat itu tidak ada berdarah atau apa.
tapi setelah itu saya menyadari bahwa dahi saya lebih jenong karna Benturan itu.
Jenongnya seperti hidup dan sampai sekarang tengkorak kepala saya bentukannya ngga jelas.
mungkin karna kebiasan memainkan 'Permainan Kepala'
Haha.
Oh ya,
Permainan Kepala ini juga adalah yang buat saya kangen dengan masa kecil. karna ketika saya SMP.
Mbokotere tidak lagi dijual dipasar. Jajanan Biji-bijian itu diganti dengan yang lebih bonafid sama Bapa.
*Ahhinibohong* jika anda bertanya Mbokotere itu seperti apa bentuknya. saya tidak bisa menjelaskan lebih lanjut karna sudah googling dan tidak mendapatkan gambarnya. tanya namanya dalam bahasa Indonesia ke teman-teman juga tidak membantu. Benar -benar kebodohan yang amat parah.
Ini salah satu foto saya yang paling parah keliatan Jenong akibat permainan itu.
Cerita ini saya bagikan untuk :
#Day2
#30HariCeritaKebodohanMasaKecil
#SalamKepalaBatu
Caramel
Lo mah mainnya kasar, untung tuh kepala gak ancur. Hahaha
BalasHapus@zulhaq_
Engga sih, untungnya :)
BalasHapusuntungnya saya cuma dapat jenong. kalau saya dapat geger otak kan ngga enak banget. haha :)